
Pengaruh Gawai atau Gadget Terhadap Perkembangan Anak Usia Balita
Di era digitalitalisasi penggunaan perangkat digital seperti smartphone, tablet, dan televisi (gawai/gadget) dewasa ini tidak hanya digunakan oleh orang dewasa, namun pada anak usia pra-sekolah atau balita. Meskipun teknologi membawa banyak manfaat, dalam konteks perkembangan anak kecil, terutama di usia balita (sekitar 1-5 tahun), penggunaan gawai secara berlebihan atau tanpa pengawasan dapat membawa dampak negatif.
Bagaimana gawai memengaruhi berbagai aspek perkembangan balita?
Berikut aspek-aspek perkembangan anak balita yang dalam penelitian terbukti berhubungan dengan penggunaan gadget/screen time.
1. Perkembangan Bahasa dan Kognitif
Pada dasarnya balita sangat bergantung pada interaksi langsung dengan orang tua/penjaga seperti berbicara, bermain, merespon kata-kata mereka untuk perkembangan bahasa dan kognitif. Penggunaan gawai yang dominan dapat mengurangi peluang interaksi langsung ini, sehingga waktu belajar yang sebaiknya digunakan untuk stimulasi aktif menjadi tergantikan oleh stimulasi pasif.
Berikut beberapa penelitian terkait:
a. Penelitian dengan 2.441 anak menunjukkan bahwa durasi screen time pada usia 24 dan 36 bulan berhubungan dengan skor yang lebih rendah pada tes perkembangan pada usia 36 dan 60 bulan.
b. Penelitian di Filipina terhadap anak usia 24-36 bulan menemukan bahwa screen time >1 jam per hari secara signifikan berkaitan dengan skor bahasa reseptif dan ekspresif yang lebih rendah dibanding dengan anak yang tidak menggunakan gawai.
c. Studi di Finlandia menunjukkan bahwa screen time anak dan screen time ibu berkorelasi negatif dengan kemampuan leksikal dan bahasa umum anak usia pra-sekolah.
d. Sebuah jurnal review juga menyebutkan bahwa penggunaan gawai yang berlebihan berdampak buruk terhadap perkembangan bahasa, nilai moral / keagamaan, aspek sosial, emosional serta aspek motorik pada anak usia dini.
2. Perkembangan Sosial dan Emosional
Kurang interaksi tatap muka bisa menghambat kemampuan anak untuk memahami ekspresi, bereaksi terhadap emosi orang lain, membangun keterampilan sosial seperti berbagi, bergiliran.
Anak yang lebih banyak waktu di depan layar mungkin menunjukkan lebih sedikit aktivitas bermain bersama teman sebaya atau orang tua, yang penting untuk perkembangan sosial.
Beberapa artikel menyebutkan :
a. Studi literatur tentang anak usia 3-5 tahun menemukan bahwa penggunaan gawai memiliki pengaruh signifikan terhadap perkembangan sosial anak.
b. Pada jurnal review lainnya menunjukkan bahwa paparan televisi atau program yang tidak sesuai usia bisa memberi efek buruk pada hasil kognitif dan psikoÂsosial.
3. Perkembangan Motorik, Tidur, dan Kesehatan Fisik
Waktu yang dihabiskan di depan layar menggantikan waktu aktivitas fisik (bermain luar, berjalan, mengeksplorasi) yang seharusnya penting untuk perkembangan motorik anak. Aktivitas fisik juga berpengaruh langsung terhadap kesehatan fisik anak karena dengan adanya aktivitas fisik anak menjadi lebih sehat, kuat, dapat berkembang dan bertumbuh sesuai usianya dan mengurangi permasalahan gizi (seeperti obesitas/gemuk).
Selain itu, paparan layar sebelum tidur bisa mengganggu efisiensi tidur dan kualitas tidur anak.
Dalam jurnal tentang Pengaruh Penggunaan Gadget terhadap Perkembangan Kognitif Anak Usia Pra-SD, ditemukan bahwa selain potensi positif, penggunaan yang terus-menerus dapat menyebabkan anak mudah terdistraksi, kurang aktif bermain fisik dan mengalami kesulitan berkonsentrasi.
Berikut Faktor Yang Memoderasi Pengaruh Gadget
Beberapa faktor dapat memperkuat atau memperlemah pengaruh negatif gadget terhadap perkembangan balita:
1. Konten dan konteks penggunaan, sebagai program edukatif yang dipakai bersama orang tua memiliki dampak yang berbeda dibandingkan anak yang menonton sendiri atau dengan konten yang tidak sesuai usia
2. Kehadiran orang tua/pendamping, dengan adanya orangtua/pendamping saat anak yang menonton, biasanya cenderung mendapat manfaat lebih baik daripada yang menonton sendiri.
3. Waktu dan jumlah screen time, semakin lama waktu penggunaan layar (terutama >2 jam/hari pada anak usia sangat muda) makin besar risiko dampak negatif.
4. Kebiasaan orang tua, apabila orang tua banyak menggunakan gawai dan anak sering meniru, risiko anak rewel dan terpengaruh oleh gawai akan meningkat.
5. Kualitas interaksi non-layar, jika anak banyak berinteraksi aktif dengan lingkungan, bermain, berbicara dengan orang tua, maka beberapa dampak negatif bisa dikurangi.
Implikasi Praktis Untuk Orang Tua / Pengasuh
Berdasarkan bukti-ilmiah di atas, berikut beberapa rekomendasi praktis:
1. Batasi durasi penggunaan gawai untuk balita
2. Pilih konten yang sesuai usia dan edukatif, akan lebih baik jika anak menonton bersama orang tua atau pengasuh yang aktif berdialog dengan anak.
3. Buat “interaksi tatap muka” sebagai prioritas, seperti berbicara, membaca buku bersama, bermain aktif. Karena hal tersebut akan memberi stimulasi lebih kuat dibanding sekadar layar.
4. Hindari layar saat makan, sebelum tidur, atau sebagai “pengganti” interaksi anak-orang tua.
5. Contoh perilaku baik dari orang tua, karena kebiasaan gawai orang tua bisa turut memengaruhi anak.
6. Pantau tanda-tanda perkembangan anak (bisa menggunakan buku KIA) seperti kemampuan berbicara, interaksi sosial, bermain dengan teman, dan aktivitas fisik. Jika ada keterlambatan, konsultasikan dengan profesional terkait.
Kesimpulan
Penggunaan gadget pada anak usia balita memang tidak selalu “jahat”, namun ada banyak bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa penggunaan yang berlebihan, tanpa pengawasan, atau dalam konteks yang kurang interaktif dapat menghambat perkembangan bahasa, kognitif, sosial, motorik, dan kualitas tidur anak. Penting bagi orang tua dan pengasuh untuk memahami bahwa tidak hanya “berapa lama”, tetapi bagaimana gawai digunakan sangat menentukan dampaknya.
Sumber:
a. Setiani, D. (2020). The Effect of Gadget Usage on the Social Development of Children Aged 3-5 Years: Literature Review. STRADA: Jurnal Ilmiah Kesehatan, 9(2), 1732–1739.
b. Ali, R. K. Kh. (2023). Screen Time Before the Age of 2 and Preschool Language Development and Attention: A Field Study in Erbil City. KOYA University Journal of Humanities and Social Sciences.
c. Mustonen, R., Torppa, R., Stolt, S. (2022). Screen Time of Preschool-Aged Children and Their Mothers, and Children’s Language Development. Children, 9(10), 1577.
d. Purnama, H. W., Pamungkasari, E., Murti, B. (2024). Effect of Gadget Use on the Development of Language and Speech Ability in Children Under Five. Journal of Maternal and Child Health.
e. Apskania, D. F. (2024). The Impact of Screen Time on the Growth and Development of Toddler in the City of Surabaya. International Journal of Nursing and Midwifery Science.
Kembali