Kembali

A. 1. Profil Puskesmas

PROFIL PUSKESMAS BOROBUDUR



2.1 GEOGRAFIS
Kecamatan Borobudur merupakan salah satu kecamatan yang ada di wilayah Kabupaten Magelang. Secara geografis Kecamatan Borobudur terletak diantara 110°01’51” Bujur Timur, 110°12’48” Bujur Timur, 7°19’13” Lintang Selatan, 7°35’99” Lintang Selatan.


Gambar 2.1 Peta Wilayah Kerja Puskesmas Borobudur

Kecamatan Borobudur berbatasan dengan beberapa kecamatan di Kabupaten Magelang Provinsi Jawa Tengah dan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Sebelah utara berbatasan dengan Kecamatan Mertoyudan Kabupaten Magelang, sebelah selatan berbatasan dengan Kecamatan Kalibawang Provinsi DIY, sebelah timur berbatasan dengan Kecamatan Mungkid Kabupaten Magelang, sebelah barat berbatasan dengan Kecamatan Salaman dan Tempuran, Kabupaten Magelang.


2.2 WILAYAH ADMINISTRASI PEMERINTAHAN

Kecamatan Borobudur secara administratif dibagi menjadi 20 desa  yang terdiri dari 149 dusun, 158 RW dan 478 RT (BPS, 2024). Di wilayah Kecamatan Borobudur hanya ada satu Puskesmas sehingga wilayah kerja Puskesmas sama dengan wilayah Kecamatan Borobudur. Desa-desa di wilayah kerja Puskesmas Borobudur antara lain: Giripurno, Giritengah, Tuksongo, Majaksingi, Kenalan, Bigaran, Sambeng, Candirejo, Ngargogondo, Wanurejo, Borobudur, Tanjungsari, Karanganyar, Karangrejo, Ngadiharjo, Kebonsari, Tegalarum, Kembanglimus, Wringinputih dan Bumiharjo.

 Luas wilayah Kecamatan Borobudur kurang lebih 54.55km2. Luas wilayah menurut desa  di Kecamatan Boroudur disajikan pada grafik 2.1.

 

Grafik 2.1 Luas Wilayah Menurut Desa di Kecamatan Borobudur Tahun 2024

Sumber: Badan Pusat Statistik Kabupaten Magelang Tahun 2024

 

Luas Wilayah kerja Kecamatan Borobudur yang paling luas yaitu Desa Ngadiharjo sebesar 5,90 km², sedangkan yang paling kecil yaitu Desa Tanjungsari sebesar 0,65 km².


2.3 KONDISI DEMOGRAFI

2.3.1 Kepadatan Penduduk

Jumlah penduduk Kecamatan Borobudur Tahun 2024 sebesar 65.335 jiwa. Jumlah penduduk menurut desa disajikan pada Grafik 2.2.

 

Grafik 2.2 Kepadatan Penduduk menurut Desa di Kecamatan Borobudur    Tahun 2024

Sumber: Badan Pusat Statistik Kabupaten Magelang Tahun 2024


Kepadatan penduduk di Kecamatan Borobudur Tahun 2024 adalah sebesar 1.198 per km². Desa Borobudur merupakan wilayah yang mempunyai kepadatan penduduk paling tinggi yaitu 2.346 jiwa per Km², sedangkan desa dengan kepadatan penduduk paling rendah yaitu   Desa Kenalan yaitu 519 per km².

2.3.2 Proporsi Penduduk Menurut Jenis Kelamin

Proporsi penduduk menurut jenis kelamin di Kecamatan Borobudur Tahun 2024 disajikan pada grafik 2.3

Grafik 2.3 Proporsi Penduduk menurut Jenis Kelamin di Kecamatan Borobudur Tahun 2024

Sumber: Badan Pusat Statistik Kabupaten Magelang Tahun 2024

 

Berdasarkan proporsi penduduk menurut jenis kelamin di Kecamatan Borobudur jumlah penduduk laki-laki lebih banyak yaitu sejumlah 32.806 jiwa (50,21%) dibandingkan jumlah penduduk perempuan yaitu sejumlah 32.509 (49,78%).

Tabel 2.1 Komposisi Penduduk Menurut Jenis Kelamin Per Desa di Wilayah Puskesmas Borobudur Tahun 2024

No

Desa

Jenis Kelamin

Jumlah

Laki-laki

Perempuan

1

Giripurno

1.344

1.331

2.675

2

Giritengah

1.799

1..739

3.538

3

Tuksono

1.984

1.990

3.974

4

Majaksing

1.445

1.467

2.912

5

Kenalan

631

626

1289

6

Bigaran

663

626

1280

7

Sambeng

717

759

1.476

8

Candirejo

2.261

2.323

4.584

9

Ngargogondo

958

879

1.837

10

Wanurejo

2.286

2.216

4.502

11

Borobudur

4.840

5.037

9.877

12

Tanjungsari

725

748

1473

13

Karanganyar

1.009

956

1.965

14

Karangrejo

1.478

1.466

2.944

15

Ngadiharjo

2.622

2.544

5.166

16

Kebonsari

1.144

1.104

2.804

17

Tegalarum

1.426

1.378

2.804

18

Kembanglimus

1.056

1.006

2.062

19

Wringinputih

3.200

3.181

6.381

20

Bumiharjo

1.218

1.153

2.371

Jumlah

32.806

32.529

65.335

Sumber: Badan Pusat Statistik Kecamatan Borobudur Tahun 2024

  

Komposisi penduduk menurut jenis kelamin per desa di wilayah Puskesmas Borobudur Tahun 2024 seperti tabel 2.1. Pada Grafik 2.4 menunjukkan bahwa jumlah penduduk di Kecamatan  Borobudur paling banyak pada golongan umur 25-29 tahun.

  

Grafik 2.4 Piramida Penduduk Kecamatan Borobudur Tahun 2024

2.4 TATA KELOLA MANAJEMEN PUSKESMAS

Puskesmas Borobudur merupakan salah satu Puskesmas yang menerapkan Integrasi Layanan Primer sesuai dengan pedoman Kementrian Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.01.07/Menkes/2015/2023 tentang Petunjuk Teknis Integrasi Pelayanan Kesehatan Primer.

Puskesmas Borobudur menerapkan sistem klaster, yang terdiri dari klaster 1 : klaster manajemen dan pemberdayaan masyarakat, klaster 2 : klaster pelayanan ibu hamil, ibu nifas, bayi, balita, anak pra sekolah, anak sekolah dan remaja, klaster 3 : klaster pelayanan dewasa, klaster 4 : klaster pelayanan lansia dan lintas klaster : meliputi pelayanan kesehatan gigi dan mulut, pelayanan rawat inap, pelayanan kegawatdaruratan, pelayanan laboraturium kesehatan dan pelayanan farmasi.